THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 13 November 2010

Tsunami

Seperti postingan saya sebelumnya. Kali ini postingan saya masih membahas satu tema yang sedang kita hadapi, Bencana Alam.
Saya membuat dengan bantuan teman saya dan tentu om google sebagai penyedia informasi terbesar di seluruh dunia. Akan tetapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk tudak mencopy-paste milik om, dan berlatih untuk meningkatkan daya tulis saya.
Postingan ini tidak sempurna, paling tidak dapat memberi gambaran kepada kalian para pembaca untuk lebih mengenal dan lebih ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya di Indonesia kita ini.

Tsunami merupakan satu bencana alam yang cukup sering kita temui akhir-akhir ini di Indonesia (entah saya yang kurang tahu atau memang baru akhir-akhir ini muncul? XD). Pertama kali kejadian ini menjadi satu sensasi besar yaitu terjadinya Tsunami di Aceh, 4 tahun silam. Kali ini kejadian yang tidak kalah hebohnya terjadi di Mentawai bersamaan dengan meletusnya gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober lalu.

Tsunami awalanya 'sebuah' kata yang berasal dari Jepang. (lebih tepatnya 2 suku kata jepang yang dibaca menjadi satu kata yaitu 津波. dimana 津 dibaca tsu memiliki arti pelabuhan, dan 波 dibaca nami memiliki arti gelombang.) Dari berbagai sumber yang mendefinisikan apa arti Tsunami, serta pengertian dari satu suku kata ke suku lainnya, Tsunami dapat di simpulkan sebagai suatu bencana dimana terjadinya perpindahan air dari lautan secara vertikal (gelombang) yang meninggi yang tidak lazim ( terlalu tinggi untuk ukuran gelombang sebenarnya) secara tiba-tiba. Salah satu faktor terjadinya Tsunami adalah Gempa Bumi.
Tsunami di Mentawai merupakan Tusnami yang disebabkan oleh faktor tersebut, Gempa Bumi.
Lempengan-lempangan bumi bergerak dan terjadi gempa di permukaan yang berkekuatan melebihi 7 skala richter, akibat pergerakan tersebut air laut mendadak menjadi tidak stabil, beberapa saat kemudian terjadi gelombang pasang yang hebat. Di laut, terjadi gelombang pasang yang panjang, akan tetapi ketika sampai ke permukaan gelombang tersebut meninggi dan menghempaskan tubuhnya ke daratan hingga merenggut puluhan jiwa manusia, memporak porandakan Mentawai dan berbagai kejadian hebat lainnya. Alat deteksi tidak sempat mendeteksi pergeseran lempengan tersebut karena jarak antar lempeng begitu dekat dengan daratan. Dibutuhkan 50 menit untuk menanalisis suatu gempa bahwa itu penyebab Tsunami atau tidak, akan tetapi-di Mentawai-gempa yang berlangsung dan menciptakan Tsunami hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membuat manusia diam dan tidak sempat mendeteksi atau berbuat hal semacam itu kecuali menyelamatkan diri.
Efek Tsunami tentunya merusak, terutama di daratan. Akan tetapi di laut tercipata suatu endapan yang mungkin berguna bagi manusia.

Rabu, 10 November 2010

Gunung Meletus

Sebelumnya, saya mengerjakan ini bersama seorang teman saya seorang mahasiswa Universitas Indonesia, Fakultas MIPA, jurusan Geografi, di mana dia menuntun saya untuk menemukan jawaban tentang Gunung Merapi dari sekedar membaca di Internet. Walau begitu, kami masih dalam taraf sekolah, mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kesalahan.

Kali ini saya akan membahas mengenai gunung api yang baru-baru saja telah memuntahkan isi perut nya, yaitu material-material. Material-material ini dapat membunuh makhluk hidup serta lingkungan sekirat gunung ini.

Seperti yang kita ketahui, gunung merapi yang terletak di daerah Jawa Tengah ini merupakan salah satu gunung api yang aktif dari gunung api yang tersebar di Indonesia. Gunung ini terletak di daerah Klaten (Tenggara) , Boyolali (Utara dan Timur), Magelang (Barat), serta Sleman (Selatan). Gunung ini berlokasi cukup dekat dengan Yogyakarta, keindahan puncak merapi dapat dinikmati warga Indonesia ketika mereka berkunjung ke Jogja. Disektar puncaknya pun di jadikan kawasan nasional oleh pemerintah karena terdiri atas hutan-hutan yang lebat yang tentu masih sangat indah dan masih sangat lekat dengan keindahan alam tanpa campur tangan manusia. Hal ini di lakukan pemerintah pada tahun 2004.

Apa daya manusia tak sanggup melampaui kuasa Tuhan. Keindahan alam tersebut tak dapat kita jumpai sekarang. Gunung merapi yang merupakan gunung berstatus gunung berapi 'aktif', sedang giat-giatnya bekerja mengeluarkan isi perutnya yang penuh. Sebelum hal ini sampai tejadi , gunung ini telah mengeluarkan tanda-tanda keaktifannya. Gempa bumi terjadi di daerah Jawa Tengah. Gempa ini membuat pemerintah menghimbau para masyarakat untuk segera mengungsi. Walau begitu, masyarakat berlaku semena-mena, tidak memperdulikan peringatan serta himbauan yang telah ditegaskan dan tetap melakukan aktifitas di sekitar gunung Merapi. Sampai saat itu terjadi, lava yang ada dalam dapur magma telah 'utuh' dalam proses 'pemanasannya'. Proses 'pemanasan' yang terjadi dalam dapur magma dapat kita ilustrasikan seperti sewaktu kita memasak air. Buih-buih air yang panas mengisi ruang di atasnya yang bersuhu lebih dingin, dan buih-buih air yang lebih dingin mengisi tempat 'pemanasan'. Setelah buih baru yang mengisi tempat 'pemanasan' menjadi panas buih itu kembali naik ke tempar ruang yang lebih dingin dan kembali lagi buih dingin lagi pergi menuju tempat 'pemanasan'. Hal itu terjadi berulang-ulang, hingga membuat ketel air berbunyi dan air meluap-luap. Sama halnya seperti isi dapur gunung berapi, lava panas di dalam gunung terus mendesak ke permukaan untuk 'melihat' dunia luar yang bersuhu 180 derajat berbeda dengan suhu dalam dapur gunung. Lava tersebur mendorong litosfer dan terus mendorong dengan kekuatan penuh hingga isi perut gunung 'termuntahkan'. Walau begitu, pada gunung Merapi, pengeluaran yang teradi bukan dengan dentuman atau ledakan yang sangat dahsyat, melainkan 'hanya' berupa desisan. 'Bom' yang keluar dari dapur gunung tersebur berupa batuan dan pasir, serta abu tebal juga gas yang bertekanan tinggi. Batuan dan pasir yang melewati tanah kita sebut lahar. Sedangkan material yang keluar melalui udara kita sebut awan panas / wedus gembel. Wedus gembel merupakan kejadian alam yang menewaskan salah satu tokoh terkenal dan masyur Indonesia, Mbah Marijan. Lahar yang keluar pun menenggelamkan satu desa di sekitar gunung. Salain itu lava pijar serta gas belerang pun keluar dari dalam nya.

Kejadian ini masih terus berlajut hingga saat ini, abu yang keluarpun telah menyebar ke daerah Jawa Tengah. Walau belum menutupi seluruh Jawa, hal ini merupakan hal yang patut kita waspadakan, apa lagi tingkat keaktifannya untuk mengeluarkan 'muntahan' untuk ke sekian kalinya tidak dapat di prediksi.

Begitu banyak kerugian yang di alami ketika gunung Merapi sedang gencar-gencarnya melakukan 'serangan' balasan kepada manusia yang hanya bisa menikmati tanpa mau campur tangan kedalamnya. Seperti abu yang di keluarkan, abu ini dapat merusak tanaman warga yang menggunakan tanah semena-mena demi keuntungan pribadi tetapi tidak melawatnya dengan maksimal. Abu ini juga dapat merusak pernafasan, pengelihatan serta berbagai penyakit lainnya pada manusia. Setelah letusan berakhir, awal bulannya -1 bulan awal- tercipta suatu aura yang tersebar ke seluruh masyarakat, kesediahan, karena mereka menganggap kejadian itu merupakan kejadian 'menyedihkan'. Akan tetapi setelah beberapa bulan kedepan, senyum di bibir mulai terlihat, karena tanah jadu liar buasa suburnya dan penambang pasir pun menjadi makmur.


Sekian dari saya. Terimakasih karena telah meluangkan waktunya untuk membaca. Mohon maaf apa bila ada salah.

Pengikut